Info Jual Beli Mobil Bekas


  1. Dijual Daihatsu Xenia Xi Deluxe Tahun 2008, Harga Rp 90Juta Nego.

  2. Sebentar Lagi Seluruh Showroom Di Pekanbaru Akan Bergabung di Pekanbaru.Mobi Situs Jual Beli Online.

13 Juni 2012

Pakai Mobil Listrik Cuma Rp 1.000 per 10 Km

Menteri BUMN Dahlan Iskan percaya penggunaan mobil listrik bakal menghemat konsumsi bahan bakar minyak (BBM) seperti premium atau sejeninsnya. Dahlan sangat antusias terhadap program ini karena mobil listrik hanya akan menguras kocek Rp 1.000 per 10 kilometer (km)
"Biayanya untuk mobil listrik ini nanti akan Rp 1.000 untuk 10 km, seribu itu untuk biaya ngecasnya," tutur Dahlan seusai menlakukan kunjungan ke Pabrik Accu di Cileungsi Bogor, Selasa (12/6/12).

Dahlan mengatakan, mobil ini akan jauh lebih hemat bila dibandingkan dengan mobil ber-BBM, pasalnya mobil berbahan bakar minyak akan menghabiskan Rp 10 ribu untuk 100 km perjalanan.

"Bayangkan bedanya nanti orang bayar Rp 1.000 untuk 10 km, dengan Rp 10.000 untuk 10 km (misalnya pakai BBM)," tuturnya.

Sebelumnya, Dahlan mengunjungi perusahaan pembuat accu dan baterai untuk mendukung program mobil listrik nasional. Pabrik bernama PT Nipress Tbk yang berlokasi di Jalan Raya Narogong Km 26, Cileungsi Bogor ini dipercaya Dahlan untuk memasok kebutuhan baterai mobil listrik.

"Saya sangat lega karena dukungan teknologi baterai sangat menjanjikan," tutur Dahlan.

Mantan Bos PLN ini menargetkan tahun 2013, mobil listrik nasional ini akan mulai diproduksi secara massal sebanyak 10 ribu unit. Sumber Detik.COM



Pertamina diimbau sediakan "charger" mobil listrik (antaranews.com)
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dahlan Iskan, mengimbau PT Pertamina Persero menyediakan alat pengisian baterai (charger) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar (SPBU) terkait rencana produksi mobil listrik.

"Saya akan minta pompa-pompa bensin di Pertamina akan ada charger untuk mobil listrik," kata Dahlan usai mengunjungi PT Nipress Tbk di Terogong, Bogor, Jawa Barat, Selasa.

Selain menyediakan alat pengisian baterai di SPBU, Dahlan juga mengharapkan, alat tersebut terdapat di pusat perbelanjaan dan kantor. Hal ini bertujuan untuk memudahkan pengguna mobil listrik bila sewaktu-waktu baterai mobil listrik habis.

"Kita akan siapkan fasilitas 500 volt di mal dan di kantor. Bahkan, ada yang bisa isi setengah jam dan enam jam," tuturnya.

Dahlan juga berencana mengirimkan tim untuk melihat kesiapan PT INKA Persero memproduksi mobil listrik secara komersial.

Namun, BUMN pembuat perangkat kereta api ini baru akan memproduksi mobil listrik dua tahun mendatang. Selain itu, ia berkeinginan mengajak perusahaan swasta untuk ikut menggarap mobil listrik secara nasional.

"Saat ini yang siap untuk memproduksinya adalah Dasep dan Ravi yang akan memproduksi mobil listrik sekelas Avanza sebanyak 500.000 unit mobil," ungkapnya.

Pengembang bisnis mobil listrik tersebut bernama Dasep Ahmadi, Danet Suryatama, Mario Rifaldi, dan Ravi Desai.

Dahlan menjelaskan, mobil listrik ini akan menggunakan baterai jenis lithium ferro phosphat karena jarak tempuhnya bisa mencapai 150 hingga 160 kilometer untuk sekali pengisian penuh. Sumber AntaraNews.com