Info Jual Beli Mobil Bekas


  1. Dijual Daihatsu Xenia Xi Deluxe Tahun 2008, Harga Rp 90Juta Nego.

  2. Sebentar Lagi Seluruh Showroom Di Pekanbaru Akan Bergabung di Pekanbaru.Mobi Situs Jual Beli Online.

05 September 2009

Mengembalikan jati diri bangsa

Mengembalikan jati diri bangsa dengan cara aneh dan tidak menentu. Kita seperti tidak tau cara mengembalikan jati diri bangsa Indonesia ini ditengah arus global, yang merombak seluruh aspek kehidupan masyarakat Indonesia. Kita tidak tahu kemana tujuan ? Padahal dalam bernegara tujuan kita sudah jelas sekali tertulis dalam Mukadimah Undang-Undang Dasar 1945. Pembukaan DUD 45 tersebut antara lain menegaskan bahwa sifat dan tujuan Bangsa Indonesia antara lain ialah adalah anti penjajahan, berperikemanusiaan dan berperikeadilan (alinea 1), menginginkan kemerdekaan, persatuan, kesejahteraan (adil dan makmur) (alinea 2), kebebasan (alinea 3), dan memiliki pemerintahan dengan arah menjadikan kesejahteraan umum, kecerdasan bangsa, ketertiban, perdamaian, keadilan sosial dan berkedaulatan rakyat. Kepribadian atau jati diri kita jelas berinti Pancasila yang tertulis sebagai Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia dan Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Abad ke 21, abad baru yang membawa peradaban baru, sekaligus restrukturisasi ke dalam perubahan dunia yang berpengaruh terhadap aspek ekonomi, sosial dan politik serta berdampak terhadap perilaku manusia di masyarakat. Sementara itu dua jenis ideologi daIam mengalami perubahan yang dahsyat itu terejawantahkan dalam sikap hidup manusia, yaitu sikap hidup pragmatis dan sikap hidup idealistis. Apakah ini bisa mengembalikan jati diri bangsa kita ?
Dalam gejolak perubahan dunia tersebut di Indonesia pun ada sekelompok manusia yang masih mempunyai cita-cita yang mengacu pada idealisme untuk mengembalikan jati diri bangsa ini dan tetap mempertahankan kehidupan bangsa dan negara serta keseluruhan masyarakat yang madani, adil dan sejahtera dengan berbagai usaha dan kontribusi dari berbagai segmen kehidupan.

Sementara itu the overwhelming forces of pragmatism melanda seluruh negara kita juga, dari grass root level sampai dengan the top level of society. Sikap pragmatisme telah begitu jauh, sehingga malah mau mengorbankan sumber daya alam Indonesia untuk bisa mencapai kemakmuran yang pragrnatis tersebut, bahkan tanpa peduli lagi akan nilai-nilai dalam membangun karakter bangsa yang berlandaskan filsafat Pancasila untuk mengembalikan jati diri bangsa serta membangun kesejahteraan rakyat yang merata dan berkeadilan. Namun membangun karakter bangsa tidak dapat terjadi daIam suatu isolasi pemasalahan lepas dari konteks yang lebih komprehensif.

Postingan ini dimaksudkan membeberkan the what, why and how mengembalikan jati diri bangsa daIam konteks perubahan fundamental kehidupan masyarakat Indonesia dalam berbangsa dan bernegara. Yang saat ini dijadikan kontes seo oleh beritajitu.com dengan tema kalimat yang di tebal.
Beberapa dekade yang lalu telah terjadi reformasi dalam kehidupan politik, maka kehidupan masyarakat diarahkan kepada demokrasi. Demokrasi diharapkan dapat menggandeng tujuan untuk mencapai kesejahteraan masyarakat yang madani. Serta adanya partisipasi masyarakat menunjang kesejahteraan. Gerakan politik dan pengembangan aspek ekonomi seyogianya merupakan sepasang action masyarakat yang harmonis mengusung dan menyejajarkan kedua komitmen dalam satu gaya pembangunan nasional yang terpadu dan harmonis untuk mengembalikan jati diri bangsa ini.

Namun hal ini tidak terjadi, kehidupan politik berjalan sendiri dilaksanakan oleh politikus yang kurang profesional, apalagi segi akademis yang banyak digerakkan oleh parpol yang menjadikan aspek politis sebagai kendaraan meraih kekuasaan, dalam suasana hukum yang tidak menentu dan dengan sangat nyata mengarahkannya kepada pragmatisme yang sangat hedonistis. Makin lama gerakan tersebut terarah pada tujuan dan sikap hidup to have remember than to be. Bahkan fakta bahwa sebagian rakyat kita masih hidup dalam dunia kemiskinan, ketidak adilan dan peperangan antar suku, antar agama dan lapisan masyarakat miskin yang berposisi tak punya kontra dengan yang punya. Kontradiksi ini bahkan tidak saja diabaikan, namun juga diingkari oleh sebagian kelompok masyarakat yang berkuasa. Apakah ini wujud dari seorang pemimpin yang ingin mengembalikan jati diri bangsa Indonesia.

Rujukan dalam mengembalikan jati diri bangsa adalah Pancasila dan Pembukaan UUD 1945 yan diuraikan dalam pasal-pasalnya. Namun kemudian UUD 45 ini mengalami beberapa perubahan, apapun perubahannya kita sebagai warga bangsa percaya tidak akan keluar dari pondasi mukadimahnya. Dengan rujukan ini sejak dari dini sebenarnya kita dengan mudah dapat memulai pendidikan mengembalikan jati diri bangsa untuk anak-anak kita. Agar dapat membentuk karakter bangsa melalui aktivitas praktis sehari-hari yang sesuai dengan rujukan diatas.