Info Jual Beli Mobil Bekas


  1. Dijual Daihatsu Xenia Xi Deluxe Tahun 2008, Harga Rp 90Juta Nego.

  2. Sebentar Lagi Seluruh Showroom Di Pekanbaru Akan Bergabung di Pekanbaru.Mobi Situs Jual Beli Online.

06 Juli 2009

Menguji Kenyamanan Nissan di Ranah Minang

Tak ada yang baru dengan tiga produk Nissan ini, yaitu MPV Grand Livina, hatchback Livina X-Gear, dan SUV XTrail. Justru Nissan Motor Indonesia (NMI) mengajak 27 wartawan Ibu Kota dengan menggunakan 7 unit dari beberapa varian ketiga model tersebut.
Grand Livina ( 1,5 liter dan 1,8 liter), Livina X-Gear, dan All-New X-Trail (2,0 lmanual dan 2,5 X-Tronic) untuk menikmati kenyamanannya dari 2-4 Juli di ranah Minang, Sumatera Barat, dalam acara Media Test Drive “Comfort Journey”.

“Semua Grand Livina, baik 1,5 liter maupun 1,8 liter, transmisi manual atau pun otomatik, Livina X-Gear, X-Trail (2.0 manual dan X-Tronic), sudah pernah dicoba wartawan. Unit yang digunakan sudah dipakai. Justru, kami ingin memperlihatkan atau membuktikan, semua produk Nissan punya daya tahan tinggi. Kenyamanan tetap prima kendati telah digunakan cukup lama,” jelas Teddy Irawan, Direktur Marketing NMI di Hotel Hills, Bukittinggi.

Jalan Mulus
Semula, Teddy berharap, 27 wartawan bisa menguji dan merasakan ketangguhan suspensi 7 unit Nissan di jalanan Sumatera Barat. Namunn setelah melakukan perjalanan di hari pertama, Padang-Padangpanjang-Bukittinggi-Payakumbuh-Lembah Arau dan kembali ke Bukittinggi, harapan menguji suspensi di jalan rusak, hilang.
“Di luar perkiraan saya. Ternyata jalan di daerah ini mulus. Hanya sedikit yang kurang mulus. Jadi ketangguhan suspensi tidak bisa diuji. Kendati demikian, dengan jalanan yang penuh tanjakan, wartawan bisa merasakan performa mesin Nissan,” lanjut Teddy yang selalu didampingi presdir NMI, Takayuki “Livina” Kimura.

Kompas.com dikelompokkan bersama wartawan tabloid Otomotif, Motor, dan Koran Tempo merasakan Grand Livina 1,5 Automatic yang sudah mencapai jarak tempuh 43.000 km. Ternyata, dengan empat penumpang, termasuk pengemudi, Grand Livina 1,5 liter ini mampu diajak "bertarung" dan tetap memberikan kenyamanan kepada penumpangnya, baik saat duduk di depan maupun di belakang.
Total jarak tempuh perjalanan selama di Sumatera Barat 400 km. Start mulai dari bandara Minangkabaru, Padang, menuju Lembah Anai, Padangpanjang, Bukittinggi, Payakumbuh, Lembah Arau dan kembali ke Bukittinggi yang dilakukan pada hari pertama. Pada hari pertama, total perjalanan menempuh jarak, 190 km.
Tantangan yang dihadapi kendaraan, hanya antara Kayutanam, Padangpanjang, dan Bukittinggi. Umumnya adalah tanjakan dan tikungan dengan permukaan jalan yang mulus.

Tamasya
Di Bukittinggi, peserta pun diajak menikmati dan melihat langsung tempat wisata khas kota tersebut, yaitu Ngarai Sianok. Para wartawan tak hanya menikmati pemandangan tebing curam, juga turun ke dasar. Bahkan sempat menjajal X-Trail beraksi di sungai kecil.
Para peserta yang sebagian besar baru pertama kali mengujungi Ngarai Sianok, “terlena” dengan tiupan angin sepoi-sepoi yang menyenangkan sembari menyaksikan ngarai dengan latar belakang gunung, Singgalang dan Marapi.
Komentar pun muncul. Ada yang sangat disayangi, tempat wisata alam nan indah ini kurang dipromosikan secara meluas. Juga belum dilengkapi dengan sarana lain. Tebing-tebing malah dijadikan tempat buang sampah. Malah di antara wartawan membayangkan, seandainya dibuat kereta gantung menyeberang ngarai, dipastikan akan lebih mengasyikkan lagi.

Takayuki Kimura, yang melakukan perjalanan pertama keluar Jakarta, tampak sangat menikmati udara segar dan pemandangan alam Ngarai Sianok. “Sayang tidak dikelola dengan baik. Belum dimanfaatkan secara maksimal,” komentarnya.
Berbagai komentar pun muncul. Ada yang bilang, kalau Silverstalone tahu tempat ini, pasti bikin film di sini. Semua peserta sangat menikmati angin sepoi-sepoi yang sejuk di atas ngarai dan hampir saja lupa melanjutkan perjalanan.

Danau Kembar
Di Danau Singkarak, anggota rombongan kembali menikmati pemandangan indah dan udara segar. Bahkan begitu rombongan sampai di Singkarak, Teddy Irawan langsung berkomentar. “Ini tidak ada adil. Kampung Anda benar-benar diberi keindahan berlimpah,” katanya kepada Kompas.com.
Kimura-san, yang baru beberapa bulan di Indonesia, mengatakan, “Sayang sekali potensi wisata di sini kurang digarap. Selama ini, hanya Bali yang dikenal. Kalau Bali menawarkan budaya, Sumatera Barat sebenarnya bisa menawarkan keindahan alamnya,” komentarnya.
Belum habis rasa kagum dengan keindahan alam Ngarai Sianok dan Danau Singkarak, sejam kemudian, masih dalam perjalanan rombongan kembali menikmati segar udara pergunungan dengan jalan berkelok-kelok dan menanjak di kaki gunung Talang, Solok.

Akhirnya, sampai juga ke tujuan, sebuah tempat tinggi antara dua danau. Berada di desa Danau Kembar, yang disebut danau Atas dan Bawah. Komentar muncul lagi, seharusnya dibuat tempat yang tinggi atau semacam menara agar bisa melihat kedua danau sekaligus.
Menikmati keindahan alam Sumatera Barat memang mengasyikkan, walau masih ada yang belum sempat dikunjungi, seperti Danau Maninjau. Peserta test drive tampak senang karena dapat menguji ketahanan Nissan di jalanan berliku-liku penuh tanjakan sekaligus berwisata. Namun tak kalah senangnya, menikmati makanan yang enak-enak langsung ke sumbernya dan lantas kembali ke Jakarta dengan oleh-oleh khas Sumatera Barat yang sangat dikenal, kripik balado!

Sumber :
http://otomotif.kompas.com/read/xml/2009/07/06/08595496/menguji.kenyamanan.nissan.di.ranah.minang